ANALISA BEBAN KERJA PRAJURIT KOPASKA PADA AKTIVITAS LATIHAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX (TASK LOAD INDEX) DI SATKOPASKA KOARMATIM SURABAYA

  • Adi Bandono STTAL
  • Sadarianto Sadarianto STTAL

Abstract

Berbagai macam kegiatan aktivitas latihan yang dilaksanakan oleh para prajurit
Kopaska di Satuan Kopaska Koarmatim Surabaya yang bertujuan mempertahankan
kemampuan/skillprajurit Kopaska di tiga media latihan antara lain aktivitas menembak
reaksi/Markmanship mewakili aktivitas latihan media darat, aktivitas latihan menyelam
tempur/Closed Circuit mewakili aktivitas latihan media laut dan aktivitas latihan terjun
bebas/Free Fall mewakili aktivitas latihan media udara, aktivitas-aktivitas latihan tersebut
sangat berisiko tinggi yang sering terjadi kecelakaan personil saat aktivitas latihan digelar.
Oleh karena itu penelitian ini akan menganalisa beban kerja mental prajurit Kopaska
pada aktivitas-aktivitas latihan yang dilaksanakan sehingga diketahui aktivitas latihan media
apa, yang memiliki beban kerja mental tinggi dan seberapa besar perbedaan beban kerja
mental prajurit kopaska diantara aktivitas-aktivitas latihan tersebut
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata beban kerja mental prajurit
Kopaska pada aktivitas latihan menyelam tempur/Closed Circuit mewakili aktivitas latihan
media laut paling tinggi sebesar 68,24, selanjutnya peringkat kedua pada aktivitas latihan
terjun bebas/Free fall mewakili aktivitas latihan media udara sebesar 66,58, peringkat terakhir
pada aktivitas latihan menembak reaksi/Markmanship mewakili aktivitas latihan media darat
sebesar 60,68.
Perbedaan beban kerja mental prajurit Kopaska diantara ke tiga aktivitas media latihan
tidak begitu signifikan, dari ketiga aktivitas media latihan yang dilaksanakan prajurit Kopaska
semua berada pada kategori beban kerja mental tinggi padaRange(50-79), Kontribusi
terbesar yang membentuk rata beban kerja mental prajurit Kopaska Koarmatim Surabaya
pada aktivitas latihan di media darat, media laut dan media udara bersumber dari tingkat
usaha/Effort, kebutuhan waktu/Temporal Demand dan kebutuhan mental/Mental Demand
serta kebutuhan fisik/Phisical Demand, sedangkan kontribusi terendah/baik/good berasal dari
tingkat frustasi/Frustasion Level dan tingkat keberhasilan/Own Performance.

Published
2014-06-30
How to Cite
BANDONO, Adi; SADARIANTO, Sadarianto. ANALISA BEBAN KERJA PRAJURIT KOPASKA PADA AKTIVITAS LATIHAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX (TASK LOAD INDEX) DI SATKOPASKA KOARMATIM SURABAYA. JOURNAL ASRO, [S.l.], v. 1, p. 19-32, june 2014. ISSN 2722-5763. Available at: <https://asrojournal-sttal.ac.id/index.php/ASRO/article/view/7>. Date accessed: 17 oct. 2021.
Keywords:
NASA-TLX, BebanKerja Mental, Prajurit Kopaska, Aktivitas Latihan